Markbiss, 28 Juli 2025 — Di tengah hiruk-pikuk Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, Wuling Motors tampil dengan dua pendekatan strategis yang saling melengkapi: agresivitas pasar dan penguatan koneksi dengan konsumen. Di satu sisi, pabrikan asal Tiongkok itu meluncurkan diskon besar-besaran untuk model listrik andalannya, Wuling Binguo EV. Di sisi lain, Wuling memamerkan dua unit mobil listrik hasil personalisasi konsumen, menunjukkan bahwa kendaraan listrik kini tak hanya soal efisiensi, tapi juga ekspresi gaya hidup.
Strategi ganda ini menjadi sinyal kuat bahwa Wuling tak hanya ingin menang dalam persaingan harga, tetapi juga ingin menempatkan diri sebagai merek yang dekat dengan budaya pengguna.
Baca Juga: Air EV Terbakar, Wuling Pastikan Baterai Air EV Normal
Diskon Hingga Rp 183 Juta, Binguo EV Jadi Sorotan
Salah satu daya tarik utama booth Wuling di GIIAS 2025 adalah penawaran harga yang mengejutkan untuk Wuling Binguo EV. Varian Long Range dengan jarak tempuh hingga 410 km, yang sebelumnya dibanderol Rp 413 juta, kini ditawarkan hanya seharga Rp 230 juta—artinya diskon mencapai Rp 183 juta. Penurunan harga ini berlaku untuk unit dengan NIK (Nomor Identitas Kendaraan) 2024.
Sementara itu, varian 333 ACDC juga mengalami penyesuaian harga signifikan, turun menjadi Rp 195 juta dari harga normal yang lebih tinggi. “Stok tipe 333 non-ACDC sudah habis. Ini kesempatan bagus karena harganya jauh lebih terjangkau,” ujar salah satu tenaga penjual di lokasi.
Diskon besar ini diduga sebagai langkah Wuling untuk menarik minat konsumen di tengah ketatnya persaingan pasar mobil listrik, terutama dengan kehadiran berbagai model baru dari merek Jepang, Korea, hingga Eropa di ajang GIIAS 2025.
Spesifikasi yang Tetap Kompetitif
Meski harganya turun drastis, spesifikasi Binguo EV tetap menarik. Mobil ini mengusung desain retro-futuristis dengan lampu depan-belakang LED dan spion elektrik. Interiornya dilapisi bahan kulit sintetis, termasuk pada jok dan setir, dengan sentuhan soft touch di beberapa bagian dasbor.
Konsol tengah dikuasai oleh layar ganda berukuran 10,25 inci: satu sebagai head unit layar sentuh dan satu sebagai panel instrumen digital. Pengaturan jok pengemudi sudah elektrik, meski penumpang belakang masih manual.
Binguo EV mengandalkan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang dikenal lebih aman dan tahan lama. Dua pilihan kapasitas tersedia: 31,9 kWh (333 km) dan 37,9 kWh (410 km). Keduanya digerakkan motor listrik 50 kW (68 PS) dengan torsi 125 Nm.
Fitur keselamatan lengkap untuk kelasnya: dua airbag depan, ABS + EBD, Electronic Stability Control, Automatic Vehicle Hold, Cruise Control, Keyless Entry, Smart Start System, TPMS, hingga kamera dan sensor parkir.
Mobil Listrik Juga Bisa Dimodifikasi
Di sisi lain, Wuling memamerkan dua unit hasil karya konsumen yang menegaskan fleksibilitas produknya. Pertama, Air ev “Kiiro.EV” dengan tema Mooneyes Retro Racer. Mobil ini tampil dengan body kit karbon, velg Enkei 13 inci, sunroof, underglow, dan sistem audio Full Venom. Interiornya dipersonalisasi dengan aksen Mooneyes, seatbelt custom, dan pelapis kabin eksklusif.
Jangan Lewatkan: Penjualan Mobil Nasional Masih Tertekan di 2025, Merek China Kuasai Pasar
Kedua, Binguo EV bergaya Daily Driven, yang menonjolkan kesan klasik-modern. Mengusung warna Milk Tea, mobil ini dilengkapi velg Fortis 15 inci, wrapping atap putih, striping retro, dan aksen emas pada gril. Interiornya ditingkatkan dengan armrest, console extender, dan pelapis lantai premium.
Kehadiran kedua mobil ini menunjukkan bahwa EV bisa menjadi bagian dari budaya modifikasi—bukan hanya alat transportasi, tapi ekspresi identitas.
Dengan kombinasi strategi harga dan penguatan komunitas, Wuling membuktikan bahwa mobil listrik bisa sekaligus terjangkau, fungsional, dan personal.




