Markbiss, 3 Juli 2025– Cadangan beras nasional mencatatkan pencapaian sejarah dengan menyentuh angka 4,1 juta ton pada awal Juli 2025. Ini merupakan rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir, sekaligus menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan dan energi.
Anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman L. Hamzah, mengatakan bahwa keberhasilan ini layak mendapat apresiasi tinggi. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras Kementerian Pertanian serta sinergi lintas instansi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tengah masyarakat.
“Fraksi Partai NasDem menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementan dan seluruh pihak yang telah bekerja keras demi memastikan ketersediaan pangan nasional,” ujarnya saat Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/7/2025).
Produktivitas Pertanian Meningkat
Dari total cadangan tersebut, sebanyak 2,64 juta ton beras berasal dari serapan langsung hasil panen petani dalam negeri. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa produktivitas pertanian semakin meningkat, sehingga dapat menjaga stabilitas ekonomi di sektor pangan.
Lebih lanjut, Sulaeman mencatat bahwa sektor pertanian turut menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Pada triwulan pertama 2025, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 13,60 persen. Selain itu, minat negara-negara asing untuk mengimpor beras Indonesia mulai meningkat.
“Saat ini, beberapa negara asing mulai menunjukkan ketertarikan untuk mengimpor beras kita. Ini adalah pencapaian luar biasa yang harus kita jaga dan tingkatkan,” tandasnya.
Capaian stok beras yang solid ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk merevisi Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025. Kementan mengusulkan peningkatan kuota serapan beras oleh Bulog hingga 4,5 juta ton setara beras agar dapat menyerap surplus hasil panen rakyat secara maksimal.
Dengan kombinasi antara stok yang memadai, dukungan infrastruktur penyimpanan, serta kebijakan yang responsif, Indonesia semakin percaya diri melangkah menuju swasembada pangan dan energi.





