Medco Energi Salurkan Rp4,2 Triliun untuk Anak Usaha

by -10780 Views
medco

Markbiss, 9 Juli 2025 — PT Medco Energi International Tbk (MEDC), perusahaan energi milik keluarga Panigoro, kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung likuiditas anak usahanya. Dalam tempo beberapa hari saja, MEDC melakukan dua langkah strategis: menggadaikan saham dan memberikan pinjaman tanpa bunga senilai total sekitar Rp4,2 triliun.

Langkah pertama terjadi pada 4 Juli 2025, ketika Mitra Energi Pelayaran, salah satu entitas anak MEDC, berhasil memperoleh fasilitas kredit senilai Rp1,8 triliun dari Bank Negara Indonesia (BNI). Agar fasilitas tersebut bisa cair, MEDC menggadaikan 10.967 lembar saham yang dimilikinya di Mitra Energi Gas Sumatera (MEGS) sebagai jaminan utama.

Selain itu, BNI juga mewajibkan perseroan menyediakan cadangan dana sebesar USD3,5 juta setiap dua bulan selama sepuluh tahun ke depan. Cadangan ini akan menjadi sumber likuiditas tambahan sebagai antisipasi kewajiban pinjaman oleh penerima kredit.

“Cadangan ini sebagai sumber kas alternatif untuk memenuhi kewajiban anak usaha sebagai penerima kredit,” tulis Siendy K. Wisandana, Sekretaris Perusahaan Medco Energi, dalam keterangan tertulisnya yang dirilis Senin (7/7/2025).

Baca Juga: Hindari Ancaman Tarif Trump, RI Rela Impor Energi AS Rp 250 T

Dukungan Pinjaman Tanpa Bunga

Hanya berselang sehari, tepatnya pada 3 Juli 2025, MEDC kembali menyalurkan dukungan finansial berupa pinjaman lunak tanpa bunga sebesar USD150 juta atau sekitar Rp2,4 triliun kepada Mitra Energi Pelayaran. Pinjaman ini disalurkan tanpa bunga dan dapat dilunasi kapan saja atas permintaan perseroan.

Menurut manajemen, kedua transaksi ini tidak memiliki dampak material terhadap kondisi operasional, hukum, keuangan, maupun kelangsungan bisnis secara keseluruhan. Namun, langkah ini menjadi penting untuk menjaga stabilitas keuangan internal di tengah tekanan kinerja yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, pada akhir Juni 2025, dua entitas anak lainnya — Medco E&P Grisik Ltd dan Far East Energy Trading Pte Ltd — telah lebih dahulu memperoleh fasilitas sindikasi pinjaman senilai USD500 juta dari sejumlah bank asing. Fasilitas ini berasal dari Australia and New Zealand Banking Group (Singapura), ING Bank NV (Singapura), MUFG Bank Ltd, dan Standard Chartered Bank (Singapura), serta bisa ditarik hingga 30 September 2028.

Upaya Mempertahankan Momentum Bisnis

Langkah agresif dalam memperkuat struktur modal ini dinilai sebagai upaya untuk mempertahankan momentum bisnis di tengah tekanan global dan volatilitas harga komoditas energi. Meski beban utang meningkat, manajemen optimistis pertumbuhan produksi dan efisiensi biaya operasional akan membantu menjaga kesehatan neraca keuangan perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan triwulan I 2025, MEDC mencatatkan penurunan signifikan dalam laba bersih, yakni turun 76,13% menjadi hanya US$17,62 juta dibanding periode sama tahun lalu. Pendapatan naik tipis dari US$544,17 juta menjadi US$548,88 juta, namun tekanan datang dari beban pokok pendapatan yang naik 2,3% menjadi US$331,19 juta, serta kerugian dari entitas asosiasi sebesar US$20 juta.

Jangan Lewatkan: FlyJaya Resmi Terbang: Layani Rute Jakarta–Yogyakarta Dua Kali Sehari, Tiket Mulai Rp1,1 Juta

Menggenjot Proyek-Proyek Strategis

Sementara itu, posisi utang MEDC tercatat cukup signifikan. Perusahaan memiliki pinjaman bank jangka pendek senilai USD201,09 juta, obligasi rupiah senilai USD177,4 juta, serta utang jangka panjang kepada institusi keuangan sebesar USD69,99 juta. Total surat utang mencapai USD1,439 miliar, ditambah obligasi rupiah senilai USD541,2 juta.

Meskipun begitu, dengan berbagai dukungan pendanaan baru yang masuk, termasuk pinjaman tanpa bunga dan fasilitas sindikasi, MEDC tampaknya siap menggenjot proyek-proyek strategis dan menjaga arus kas operasional tetap stabil di tengah tantangan industri energi global yang masih fluktuatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.