Markbiss, 13 Juli 2025– Nama Bill Gates, salah satu pendiri Microsoft, tak lagi menghiasi daftar 10 orang terkaya di dunia versi Forbes Real Time Billionaires per 12 Juli 2025. Mantan CEO Microsoft itu turun ke posisi ke-13 dengan total kekayaan bersih mencapai US$117 miliar atau sekitar Rp1.895 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.200/dolar AS).
Penyebab utama penurunan ini bukan hanya karena volatilitas pasar saham, tetapi juga komitmen filantropis yang sangat besar dari Gates. Ia telah secara bertahap menyumbangkan hampir seluruh kekayaannya melalui yayasan Bill & Melinda Gates Foundation sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk menghabiskan dana tersebut hingga tahun 2045.
Baca Juga: Jack Dorsey Rilis Bitchat, Bisa Chat Meski Offline Total
Steve Ballmer Geser Posisi Gates
Yang menarik, posisi Bill Gates dalam daftar orang terkaya dunia kini bahkan disalip oleh mantan anak buahnya sendiri, Steve Ballmer. Mantan CEO Microsoft tersebut kini menduduki peringkat ke-8 dengan total kekayaan mencapai US$142,6 miliar atau sekitar Rp2.310 triliun.
Ballmer yang pernah memimpin Microsoft selama lebih dari satu dekade, sukses meningkatkan nilai investasinya setelah keluar dari perusahaan pada 2014. Kekayaannya terus tumbuh signifikan, sementara Gates justru semakin mengurangi kepemilikan hartanya demi amal global.
Harta Gates Terus Menyusut
Kekayaan Gates tercatat sempat mencapai angka US$172 miliar pada pekan sebelumnya. Namun dalam waktu kurang dari tujuh hari, nilainya turun hingga USD52 miliar atau sekitar Rp843 triliun. Penyusutan sekitar 30% ini membuatnya terlempar dari jajaran elite dunia.
Menurut catatan Forbes , Gates saat ini hanya memiliki kurang dari 1% saham Microsoft, setelah sebelumnya menyerahkan sebagian besar sahamnya ke yayasan filantropi pada tahun 2022. Selain itu, ia juga telah mendiversifikasikan portofolionya ke berbagai sektor seperti Republic Services dan Deere & Co.
Jangan Lewatkan: OPPO Pad SE Resmi Meluncur di India, Tablet Lengkap dengan Harga Terjangkau
Pada awal 2025 lalu, Gates mengumumkan rencana untuk menyumbangkan seluruh kekayaannya dalam 20 tahun ke depan. Hal ini sejalan dengan rencana penutupan Yayasan Gates pada akhir 2045, setelah alokasi dana sebesar US$200 miliar digunakan untuk program kemanusiaan global.
Langkah filantropis Gates ini menjadikannya sebagai simbol kerendahan hati di tengah para miliarder dunia, meski harus rela kehilangan tempat di deretan sepuluh besar orang terkaya.




