Trump Pecat Kepala BLS Usai Data Tenaga Kerja Buruk

by -11045 Views
Presiden AS Donald Trump (Foto: reuters)

Markbiss, 4 Agustus 2025 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencatatkan langkah kontroversial dengan memecat Kepala Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS), Erika McEntarfer, hanya beberapa jam setelah lembaga tersebut merilis data ketenagakerjaan Juli 2025 yang mengecewakan. Keputusan ini memicu reaksi keras dari pasar keuangan, ekonom, dan bahkan dari kalangan mantan pejabat pemerintahannya sendiri.

Dalam unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump menyebut McEntarfer—yang diangkat pada masa pemerintahan Joe Biden—sebagai “penunjukan politik” dan menuduhnya memanipulasi data demi merusak citra ekonomi nasional. “Kami butuh angka pekerjaan yang akurat. Saya sudah arahkan tim saya untuk memecat penunjukan politik Biden ini, segera,” tulis Trump.

Baca Juga: Tarif Baru Trump Guncang Ekonomi Global: Bursa Anjlok, Investor Was-was Menanti Data The Fed

Pemecatan ini dikonfirmasi oleh juru bicara BLS. Posisi McEntarfer kini diisi sementara oleh Deputi Komisaris William Wiatrowski sebagai pelaksana tugas.

Langkah Trump muncul setelah BLS melaporkan penambahan hanya 73.000 lapangan kerja non-pertanian pada Juli, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan 180.000. Yang lebih mengejutkan, BLS merevisi turun data dua bulan sebelumnya dengan pengurangan total 258.000 pekerjaan—penyesuaian terbesar sejak awal pandemi 2020.

Meskipun revisi data merupakan bagian dari prosedur rutin BLS, pemecatan segera atas kepala lembaga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap independensi data ekonomi pemerintah. BLS dikenal sebagai lembaga non-partisan yang metodologinya dihormati secara global dan menjadi acuan utama bagi Federal Reserve, investor, dan pembuat kebijakan.

Pasar bereaksi cepat. Indeks Dow Jones anjlok lebih dari 500 poin, sementara Nasdaq turun lebih dari 2%. Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga melemah, mencerminkan kecemasan investor terhadap stabilitas kebijakan ekonomi di tengah meningkatnya politisasi lembaga teknis.

Kritik datang dari berbagai penjuru. William Beach, mantan Kepala BLS yang diangkat oleh Trump pada 2017, menyebut pemecatan ini “tidak berdasar dan membahayakan independensi sistem statistik nasional.” Ekonom Peter Mallouk menyebut tindakan Trump sebagai “tidak sehat” dan menyerupai parodi.

Jangan Lewatkan: Vietnam Capai Kesepakatan Dagang Strategis dengan AS, China Angkat Suara

Keputusan ini juga memperparah kekhawatiran terhadap kualitas data pemerintah. Dalam rancangan anggaran 2025, Trump mengusulkan pemotongan 8% untuk BLS—langkah yang dikhawatirkan akan mengganggu akurasi data inflasi dan pengangguran akibat penurunan cakupan survei.

Di tengah ketegangan menjelang pemilu 2025, langkah ini dianggap sebagai indikasi bahwa pemerintahan lebih memilih narasi politik daripada transparansi ekonomi. Banyak pihak memperingatkan bahwa kepercayaan terhadap data resmi, yang menjadi fondasi kebijakan dan pasar, sulit dibangun kembali jika sekali runtuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.