Xpeng Perluas Jaringan dan Produksi Lokal, Targetkan 6 Dealer di Jabodetabek

by -12583 Views
Ilustrasi Xpeng G6. (Foto dok Xpeng Motors)

Markbiss, 5 Juli 2025 – Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, Xpeng Inc., terus memperkuat posisinya di pasar Indonesia. Setelah meresmikan pabrik perakitan lokal di Purwakarta, Jawa Barat, perusahaan menargetkan pembukaan minimal enam dealer resmi hingga akhir tahun 2025. Semua dealer akan fokus pada wilayah Jakarta Raya sebagai area utama penetrasi pasar.

Hari Arifianto, Vice President Marketing Xpeng Indonesia, menyatakan bahwa ekspansi jaringan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan aksesibilitas layanan penjualan dan purnajual bagi konsumen setia Xpeng.

“Rencana kami hingga akhir tahun adalah memiliki setidaknya enam dealer yang tersebar di Jakarta Raya,” ujar Hari saat ditemui dalam acara peresmian pabrik Xpeng di Purwakarta, Selasa (1/7).

Baca Juga: Permendag 8/2024 Dicabut, UMKM dan Industri Lokal Terancam?

Dealer pertama telah beroperasi di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Sementara itu, dealer kedua akan segera dibuka pada 4 Juli 2025 di Puri Indah, Jakarta Barat. Untuk lokasi tambahan lainnya, pihak perusahaan masih belum mengungkap secara spesifik.

“Tentunya distribusi dealer akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar di area Greater Jakarta. Progresnya sudah ada, tetapi untuk detail lokasi, kami belum bisa membagikannya saat ini,” lanjut Hari.

Fokus pada Produksi Lokal

Pembukaan dealer baru ini turut didukung oleh mulai beroperasinya pabrik perakitan Xpeng di Cikopo, Purwakarta. Fasilitas seluas 5 hektar tersebut merupakan hasil kerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM), sebuah perusahaan manufaktur otomotif nasional.

Dengan kapasitas produksi hingga 800 unit per bulan, pabrik ini akan memproduksi dua model utama Xpeng, yaitu MPV listrik premium X9 dan SUV listrik G6. Doddy Setiawan, Vice President Operations Xpeng Indonesia, menjelaskan bahwa produksi lokal akan membantu efisiensi rantai pasok serta respons terhadap permintaan pasar.

“Dengan target 800 unit per bulan, kita harus lihat juga bagaimana permintaan dari konsumen. Saat ini fokus utama kami adalah memenuhi kebutuhan pasar domestik,” tutur Doddy.

Pabrik Purwakarta sendiri menggunakan teknologi canggih dengan dominasi sistem robotik dalam proses perakitan. Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga digunakan dalam inspeksi sistem kelistrikan dan kalibrasi ADAS (Advanced Driver Assistance System), menggunakan alat yang identik dengan standar pabrik Xpeng di China.

Untuk memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40%, beberapa komponen seperti baterai, kap mesin, spoiler, dan bodi kendaraan diproduksi secara lokal.

Jangan Lewatkan: Anggarkan Rp 250 M, Subsidi Motor Listrik Kembali Digulirkan

Meskipun fokus utama saat ini adalah pasar domestik, Xpeng tidak menutup kemungkinan melakukan ekspor kendaraan listrik rakitan Purwakarta ke negara tetangga.

Soal kelanjutan kerja sama antara Xpeng dan PT Handal Indonesia Motor, pihak perusahaan menyebut hal tersebut akan dievaluasi secara berkala, tergantung dinamika permintaan pasar dan regulasi pemerintah.

Dengan langkah strategis ini, Xpeng menegaskan komitmen kuatnya untuk menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia yang tengah giat mendorong elektrifikasi transportasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.