Del Monte AS Bangkrut, Bagaimana Nasib Del Monte di Indonesia?

by -11073 Views
Produk Del Monte Indonesia. (Foto: PT Lasallefood Indonesia)

Markbiss, 6 Juli 2025 – Setelah lebih dari satu abad menjalankan bisnisnya, perusahaan makanan Amerika Serikat, Del Monte Foods , resmi mengajukan kebangkrutan pada Selasa (2/7). Dalam proses hukum Bab 11 UU Kebangkrutan AS, perusahaan berencana menjual seluruh asetnya guna restrukturisasi keuangan.

Ditengah pemberitaan tersebut, Del Monte Indonesia memberikan klarifikasi bahwa operasional mereka tidak terpengaruh karena tidak memiliki hubungan kepemilikan langsung dengan induk usaha di Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Hindari Ancaman Tarif Trump, RI Rela Impor Energi AS Rp 250 T

Del Monte AS Ajukan Bab 11, Utang Capai Rp162 Triliun

Dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan, Del Monte Foods mencatatkan estimasi utang antara US$1 miliar hingga US$10 miliar , atau sekitar Rp16,2 triliun hingga Rp162 triliun dengan asumsi kurs Rp16.220 per dolar AS. Perusahaan menyatakan telah mengamankan pendanaan darurat sebesar US$912,5 juta (sekitar Rp14,8 triliun) untuk menjaga operasional tetap berjalan selama proses restrukturisasi.

“Setelah evaluasi menyeluruh terhadap berbagai opsi, kami menyimpulkan bahwa proses penjualan di bawah pengawasan pengadilan merupakan cara paling efektif untuk mempercepat pemulihan dan membentuk Del Monte Foods yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Greg Longstreet, Presiden dan CEO Del Monte Foods, dalam pernyataannya.

Del Monte Foods dikenal melalui berbagai merek yang akrab ditemui di dapur rumah tangga, termasuk College Inn untuk kaldu, Contadina untuk tomat kaleng , serta merek utama mereka, Del Monte .

Perusahaan yang didirikan pada tahun 1886 ini membangun pabrik pengalengan pertamanya di San Francisco pada 1907 , dan dua tahun kemudian mengklaim sebagai operator pabrik pengalengan buah dan sayur terbesar di dunia.

Namun, tantangan pasar global dan perubahan perilaku konsumen menjadi faktor utama kesulitan finansial Del Monte Foods. Konsumen semakin memilih produk private label yang lebih murah dan menghindari makanan kaleng yang dianggap kurang sehat karena kandungan pengawetnya.

Menurut Sarah Foss, Kepala Global Bidang Hukum dan Restrukturisasi di Debtwire, penurunan permintaan membuat Del Monte harus menanggung biaya tambahan akibat stok barang yang menumpuk dan promosi besar-besaran untuk meningkatkan penjualan.

Del Monte Indonesia: Kami Milik Del Monte Asia, Bukan USA

Sementara itu, di Indonesia, PT Lasallefood Indonesia selaku distributor resmi Del Monte di Tanah Air memberikan klarifikasi melalui unggahan Instagram Stories pada Kamis (3/7). Perusahaan menyatakan bahwa pemilik Del Monte di Indonesia adalah Del Monte Asia , yang tidak memiliki hubungan kepemilikan langsung dengan Del Monte USA .

“Pemilik dari Del Monte di Indonesia adalah Del Monte Asia, yang tidak ada hubungan kepemilikan dengan Del Monte USA. Sehingga Del Monte Indonesia tetap beroperasi seperti biasa,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Sejarah Keberadaan Del Monte di Indonesia

Produk Del Monte mulai dipasarkan di Indonesia oleh PT Lasallefood Indonesia sejak tahun 2003 , dimulai dengan peluncuran saus tomat dan saus cabai. Enam belas tahun kemudian, tepatnya pada 2016 , perusahaan meluncurkan varian minuman kopi dengan cincau. Produk cokelat dengan cincau menyusul pada 2018 .

Saat ini, tujuh produk utama Del Monte tersedia di pasar Indonesia:

  • Saus tomat
  • Saus cabai
  • Saus spageti
  • Saus barbeku
  • Bumbu nasi goreng
  • Sambal terasi
  • Sarden

Seluruh produk tersebut didistribusikan secara luas melalui 59 titik distribusi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Analisis Pasar: Perubahan Gaya Hidup Pengaruhi Industri Makanan Kaleng

Menurut analisis ekonomi dan industri makanan, tren penurunan permintaan terhadap produk kaleng tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tetapi juga di beberapa negara lain. Konsumen modern semakin selektif dan cenderung memilih produk yang dianggap lebih alami dan sehat.

Hal ini turut dirasakan oleh Del Monte Foods, yang harus menghadapi persaingan ketat dari merek lokal dan produk private label . Di sisi lain, biaya logistik, produksi, dan promosi yang tinggi semakin membebani neraca keuangan perusahaan.

Meski demikian, banyak analis masih optimistis bahwa Del Monte dapat bangkit kembali jika berhasil menemukan investor strategis dan melakukan transformasi bisnis yang efektif.

Jangan Lewatkan: Anggarkan Rp 250 M, Subsidi Motor Listrik Kembali Digulirkan

Harapan Bangkit Kembali bagi Del Monte Foods

Dengan restrukturisasi keuangan dan potensi adanya pemilik baru, Del Monte Foods berharap bisa kembali menjadi pemain penting di industri makanan global. Sementara itu, Del Monte Indonesia tetap fokus pada pasar domestik dan terus memperluas jaringan distribusi serta inovasi produk.

“Kami tetap percaya bahwa merek Del Monte memiliki tempat kuat di hati konsumen Indonesia. Kami akan terus memberikan produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal,” tutup perwakilan PT Lasallefood Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.