Starlink Hentikan Sementara Pendaftaran Pelanggan Baru di Indonesia

by -12552 Views
Foto: Starlink

Markbiss, 14 Juli 2025Layanan internet satelit Starlink menghentikan penerimaan pelanggan baru di Indonesia. Langkah ini diambil karena keterbatasan kapasitas jaringan yang telah habis terjual.

Dalam sebuah pernyataan resmi berjudul “Catatan Penting untuk Pelanggan Baru di Indonesia” yang muncul di laman resmi mereka, perusahaan menyatakan bahwa layanan saat ini tidak tersedia bagi calon pengguna baru hingga ada peningkatan infrastruktur.

“Layanan Starlink saat ini tidak tersedia untuk pelanggan baru di wilayah Anda karena kapasitas yang terjual habis di seluruh Indonesia,” demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip pada Senin (14/7/2025).

Selain itu, aktivasi perangkat baru juga ditangguhkan sementara waktu bagi pelanggan yang membeli melalui mitra ritel atau penjual pihak ketiga.

Baca Juga: Permintaan Listrik Naik, Harga Batu Bara Global Terus Menguat

Daftar Tunggu dengan Deposit

Meski begitu, calon pelanggan tetap bisa memesan tempat dalam daftar tunggu dengan membayar deposit. Mereka akan diberi notifikasi secara langsung begitu kapasitas kembali tersedia. Namun, perusahaan belum dapat memberikan kepastian waktu kapan layanan akan kembali normal.

“Tim kami bekerja sama dengan pihak lokal untuk membawa Starlink ke Indonesia secepat mungkin,” tulis Starlink dalam pernyataannya.

Starlink adalah layanan internet satelit yang dikembangkan oleh SpaceX, perusahaan teknologi antariksa milik Elon Musk. Layanan ini menggunakan jaringan satelit orbit rendah untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil yang sulit dijangkau oleh operator tradisional.

Starlink di Indonesia

Starlink mulai beroperasi di Indonesia sejak Mei 2024, dengan peluncuran perdana di Bali. Dalam kesempatan itu, Elon Musk turut hadir, menandai komitmen kuat perusahaan dalam menjangkau pasar Asia Tenggara.

Saat pertama kali masuk, Starlink menawarkan paket perangkat keras senilai Rp7,8 juta. Namun, harga kemudian diturunkan menjadi Rp4,68 juta untuk pelanggan awal, dengan biaya langganan bulanan sebesar Rp750 ribu.

Sebagai bagian dari strategi masuk ke pasar Indonesia, Starlink mendirikan entitas lokal bernama PT Starlink Services Indonesia (SSI). Perusahaan ini memiliki dua pemegang saham utama, yakni Starlink Holding Netherlands B.V. dengan porsi 99% dan SpaceX Netherlands B.V. sebesar 1%, keduanya berbasis di Amsterdam, Belanda.

Jangan Lewatkan: Bill Gates Tak Lagi 10 Besar Terkaya, Hartanya Disalip Steve Ballmer

SSI terdaftar secara resmi pada September 2022 lewat sistem layanan publik Kementerian Hukum dan HAM. Sebagai prasyarat operasional, perusahaan telah mengantongi izin Uji Laik Operasi (ULO), serta izin penyelenggara layanan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dan Internet Service Provider (ISP).

Dalam penyelenggaraan jasa gerbang akses internet atau Network Access Provider (NAP), Starlink bermitra dengan operator lokal untuk memenuhi regulasi di Indonesia.

Langkah penghentian sementara pendaftaran pelanggan baru ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dalam memenuhi permintaan yang tinggi, sekaligus upaya meningkatkan kapasitas agar layanan bisa dinikmati oleh lebih banyak pengguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.